Kegiatan Wawancara Tokoh Agama Character Building

Lembaran cover
Project Luar Kelas
CBDC – TFI
Character Building  Agama

MELAKUKAN KEGIATAN – KEGIATAN KEMANUSIAAN




Mewujudkan Perdamaian Agama dengan Mewawancara Petinggi-Petinggi Agama




Identitas Kelompok

Nim
Nama
Jabatan (ketua, sekertaris, anggota)
2001560585
Maximilianus Adrianto
Ketua
2001538755
Maggieany
Sekretaris
2001540186
Felix Chrinady
Anggota
2001536421
Kevin Valiant
Anggota



Kelas
LB62






DAFTAR ISI



BAB 1     PENDAHULUAN                        ........................................................... 4
a.              Latar belakang                           ........................................................... 4
b.             Permasalahan                             ........................................................... 4
c.              Rencana Kegiatan                     ........................................................... 4

BAB 2     METODE KEGIATAN  ........................................................... 5

BAB 3     KONSEP                           ........................................................... 6




BAB 1
PENDAHULUAN


1.1.       Latar Belakang
Warga negara Indonesia hidup di negara yang memiliki berbagai agama di dalamnya: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Budha, Hindu, dan Konghuchu. Dalam berbagai perbedaan itu, tentu saja seharusnya kita saling bertoleransi dan menghargai perbedaan. Namun, pada kenyataannya, kehidupan beragama tidak semulus teorinya. Terkadang ada perpecahan dan konflik yang mengganggu perdamaian antar umat beragama.
Setiap agama mempunyai tujuan untuk kebaikan dan mengundang orang untuk memberitakan kehebatan agama mereka masing-masing. Untuk tujuan itu, setiap agama memiliki petinggi masing-masing untuk mengarahkan mereka tentang nilai kebaikan agama masing-masing. Sebagai petinggi agama, tentu mereka punya pengetahuan lebih perihal pandangan agama mereka masing-masing. Agar kami lebih mengetahui soal pendapat masing-masing agama mengenai perdamaian, kami akan mendatangi dan mewawancara petinggi dari tiga agama yang berbeda.

1.2.       Permasalahan
Mengenai banyaknya agama di Indonesia dan perbedaan dalam hidup beragama itu sendiri, tidak jarang konflik terjadi dan mengganggu kedamaian kehidupan umat beragama. Hal ini tentu tidak baik karena dapat mengganggu aspek kehidupan lain. Kami sendiri masih kurang pengetahuan tentang bagaimana hidup dengan damai antara umat-umat beragama, dan tentang positif negatif dari banyaknya agama di Indonesia. Maka dari itu, agar dapat lebih menyikapi tentang berbagai perbedaan dan konflik agama yang terjadi di Indonesia.

1.3.       Rencana Kegiatan
Untuk lebih mengetahui cara menyikapi berbagai perbedaan dan konflik agama yang terjadi di Indonesia, kami memutuskan untuk mewawancara tiga petinggi dari agama yang berbeda, yaitu; romo dari petinggi agama Kristen Katholik, ustaz dari petinggi agama Islam, dan pastur dari petinggi agam Krister Protestan. Kepada petinggi-petinggi agama terkait, kami akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan toleransi agama.



BAB 2
METODE KEGIATAN



Untuk kegiatan mata kuliah Character Building: Agama ini, kalompok kami berencana untuk mewawancara beberapa petinggi agama yang saling berbeda aliran, yaitu: ustaz sebagai petinggi agama Islam, romo sebagai petinggi agama Kristen Katholik, dan pastur sebagai petinggi agama Kristen Protestan. Kami berniat bertanya sekitar toleransi agama, karena menurut kami toleransi adalah permulaan dari perdamaian antar agama. Pertanyaan-pertanyaan yang akan kami ajukan adalah:
BAB 3
KONSEP


Dalam aktivitas wawancara ini, kami mengambil konsep sila ketiga, perstuan Indonesia, dan keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Sila ketiga karena wawancara ini ditujukan untuk mengetahui lebih banyak tentang cara agama-agama berbeda di Indonesia dan keempat karena wawancara yang kami lakukan termasuk dalam musyawarah untuk menyatukan pikiran antar kepala yang berbeda-beda pemikiran dan aliran agama.

Dengan wawancara ini, diharapkan kami sendiri dapat lebih mengetahui soal pandangan dari agama-agama yang berbeda perihal beberapa hal yang sekiran yang terjadi di Indonesia, sehingga pemikiran kami lebih luas dan bisa lebih membawa orang-orang di sekitar kami menuju ke pencapaian utama kami, yaitu perdamaian antar agama.



BAB 4
PELAKSANAAN KEGIATAN

   Kegiatan wawancara ini kami lakukan dengan pergi ke tempat ibadah dimana petinggi – petinggi agama tersebut melakukan pelayanannya, untuk waktunya sendiri kami membuat kesepkatan dengan petinggi - petinggi agama kapan mereka bisa diwawancarai.

Pada rabu, 25 Oktober 2017 kami melaksanakan wawancara kami dengan
Romo Paulus dwi haryanto di gereja santo Thomas rasul yg beralmat di, Jl. Pakis Raya No.22, RT.1/RW.6, Rw. Buaya, Cengkareng. Kegiatan kami laksanakan pada jam 11 pagi. Wawancara pun kami lakukan kepada Rm.Paulus Dwi Hardianto atau biasa dipanggil dengan room anto.kami menanyakan beberapa pertanyaan yang telah kami sediakan. Sesi wawancara kali ini tidak terlalu lama, karena kami masih ada jadwal kuliah pada hari itu. Kira kira jam 12 siang, kami menyelesaikan wawancara kami dengan romo Paulus dan kembali ke kampus untung mengikuti kelas.

            Masih pada hari yang sama, setelah kami selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar di kampus, kami pergi untuk menemui Pdt. Silvie Karauwan di gereja GBI Taman Kencana di JL. Kayu Besar Dalam No.240, RT.11/RW.11, Cengkareng. Kami bertemu Pdt. Silvie pada jam 8 malam, kemudian mewawancarai beliau dengan pertanyaan yang sama seperti yang telah ditanyakan ke romo Paulus, karena hari sudah malam, kami tidak melakukan wawancara yang lama, kurang lebih 20 mnt wawancara kami sudahi, kami berbincang sebentar dengan Pendeta silvie sebelum kami menyudahi kegiatan hari itu dan pulang ke rumah masing masing.

            Kamis 26 oktober 2017, ke esokan harinya setelah kami melaksanakan wawancara dengan romo Paulus dan pendeta silvie, kami melaksanakan wawancara dengan bpk. Hj. Ust ismail dari Masjid Puri Indah blok B. kami berangkat dari kampus jam 15:00 dan sampai di masjid kira kira jam 15:40. Setelah itu kami pun berangkat ke rmh pak ismail yang tidak jauh dari Masjid Puri Indah. Setelah sampai kami langsung mewawancarai pak dengan pertanyaan yang sama, kali ini wawancara belangsung agak lama, sekitar 30 menit lamanya, setelah kami wawancara dengan pak ustad, kami berbincang sebentar dengan beliau sebelum pulang ke rumah masing masing pada jam 17:00




BAB 5
PENUTUP
Kesimpulan:
Dari data yang kami peroleh dari ketiga petinggi agama, kami menyimpulkan bahwa toleransi agama secara general di Indonesia sudah bagus, hanya masih sering terdapat konflik antar agama yang disebabkan oleh individual – individual yang kurang pemahaman tentang agama, atau memang hanya sekedar mencari sensasi dr perselisihan saja. Dan kurangnya pemahaman akan agama ini lah yang menyebabkan konflik dan perpecahan antar agama di Indonesia.

Saran:
Saran yang kami bisa berikan adalah, kembangkan lagi toleransi sesama agama, jangan asal mengatakan hal hal yang buruk entang agama lain, karena setiap agama memiliki budaya dan pertauran yang berbeda.


Solusi:

Karena masalah utama yang timbul daari perpecahan agama di indoneisa adalah kurangnya toleransi antar umat dan kurangnya pengetahuan yang mandalam tentang agamanya sendiri, maka solusi yang bisa kami berikan adalah dengfan lebih mempelajari ajaran agama masing masing sebelum mengomentari atau berpendapat tentang ajaran agama lain, selain itu kami juga menghimbau masyarakan beraga agar lebih meningkatkan toleransi agar hal hal seperti salah paham dan konflik yang bisa memecah persatuan bangsa  bisa dihindari.




Perkenalan

Halo semua,kami adalah kelompok mahasiswa binus dari jurusan sastra jepang semester 3 yang beranggota kan :
Nama : Feliks Chrisnady (2001540186)
             Kevin Valiant (2001536421)
             Maggieany (2001538755)
             Maximilianus Ardianto (2001560585)

Dalam pelajaran character building kali ini kami mendapat tugas untuk mewawancarrai para tokoh agama. sehabis di berikan tugas ini,kami langsung berdiskusi akan wawancara di mana,kapan,dan siapa saja yang akan kami wawancara.

dari hasil diskusi kami,kami memutuskan untuk mewawancarai Pastur,Ustad,dan Pendeta dengan tema Agama dan Perdamaian Dunia sebelum tanggal 7 November. Berikut adalah daftar pertanyaan yang kami buat untuk para tokoh agama:
1. Menurut anda bagaimana keadaan kehidupan beragama di Indonesia?
2. Menurut pandangan Agama anda,apa itu Toleransi Agama
3. Kita yakin dan percaya bahwa setiap agama pasti memiliki nilai nilai kebaikan serta mengajarkan hal yang baik pada penganut nya, Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa masih sering terjadi konflik antara umat ber-agama? Hal apakah yang menjadi pemicu konflik antar agama?
4. Sebagai umat beriman bagaimana cara kita menanggapi perbedaan agama yang ada di Indonesia? Bagaimana cara kita untuk memahami bahwa agama adalah alat untuk pemersatu bangsa?

Setelah membuat pertanyaan kami pun memutuskan untuik melakukan wawancara pada tanggal 25-26 Oktober,tentu setelah membuat jadwal dengan Tokoh Agama terkait.


1. Wawancara bersama Rm. Paulus Dwi Hardianto
Pada hari Rabu 25 Oktober 20017 kami berangkat dari Binus menuju Gereja Santo Thomas Rasul di Bojong untuk menemui Romo Paulus atau yang biasa di panggil Romo Anto untuk melakukan wawancara, Berikut adalah isi dari waancara kami.

Romo:
1. Menurut anda bagaimana keadaan kehidupan beragama di Indonesia?
Jawaban :"secara general, Indonesia termasuk negara yang lebih toleran, kaena kita terdiri dari banyak suku dan gama yang berbeda"

2. Menurut pandangan Agama anda,apa itu Toleransi Agama?
Jawaban : "Perdamaian diumpamakan sebagai ‘menghargai satu sama lain’ kalua kita bisa menghargai satu sama lain, kita akan menciptakan perdamaian itu sendiri.'

3. Kita yakin dan percaya bahwa setiap agama pasti memiliki nilai nilai kebaikan serta mengajarkan hal yang baik pada penganut nya, Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa masih sering terjadi konflik antara umat ber-agama? Hal apakah yang menjadi pemicu konflik antar agama?

Jawaban : "setiap ajaran agama memiliki penafsiran dari agamanya sendiri, penafsiran ini yang mempengaruhi sikap dari umat beragama sehingga terjadi konflik"


4. Sebagai umat beriman bagaimana cara kita menanggapi perbedaan agama yang ada di Indonesia? Bagaimana cara kita untuk memahami bahwa agama adalah alat untuk pemersatu bangsa?

Jawaban : "persamaan setiap agama adalah adanya unsur universal kemanusiaan, dalam hal ini semua agama bisa bekerja sama untuk mewujudkannya. Karena adanya unsur kemanusiaan ini lah agama bisa terbentuk dan bersatu, jadi kita harus melihat  dan memanfaatkkan persamaan ini untuk menjadi pemersatu agama."

Anggota yang hadir saat wawancara ini adalah: Feliks,Maggieany,dan Maximilianus
Berikut adalah link untuk video wawancara kami dengan romo: https://drive.google.com/open?id=1wKeNQuUCqeArknId2wZbm6w4iAvX00Zy

Wawancara bersama Rm. Paulus Dwi Hartanto



2. Wawancara bersama Pdt. Silvie Karauwan 
Setelah mewawancarai Rm. Paulus pada malam hari nya kami mengangkat jangkar dan berlayar ke Taman Kencana untuk mewaancarai Pdt. Silvie Karauwan yang sedang memipin acara kebaktian komsel di salah satu rumah jemaat. berikut adalah isi dari wawancara kami.


1. Menurut anda bagaimana keadaan kehidupan beragama di Indonesia?
Jawaban :"kehidupan keagamaan di Indonesia belum optimal, masih perlu peninkatan lagi, dan harus lbh banyak org yg memberitakan berita damai / sukacita

2. Menurut pandangan Agama anda,apa itu Toleransi Agama?
Jawaban : "toleransi agama diumpamakan sebagai ‘kasih’, kemanapun kita pergi / berada, kita harus selelu membawa kasih bagi orang lain, sekalipun bagi umat non-kristen."

3. Kita yakin dan percaya bahwa setiap agama pasti memiliki nilai nilai kebaikan serta mengajarkan hal yang baik pada penganut nya, Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa masih sering terjadi konflik antara umat ber-agama? Hal apakah yang menjadi pemicu konflik antar agama?

Jawaban : "semua gama mengajarkan hal yang baik, tetapi umat Kristen diajarkan untuk tidak saja menjadi orang baik tetapi menjadi orang benar. Konflik antar agama timbul karena orang di luar agama Kristen tidak diajarkan untuk menjadi orang benar, karena kebenaran hanya pada injil kristus, dan umat Kristen juga memiliki kasih dan damai kristus, yang dimana kalua semua orang memiliki kasih dan damai kristus, tidak aka nada konflik dan perpecahan"

4. Sebagai umat beriman bagaimana cara kita menanggapi perbedaan agama yang ada di Indonesia? Bagaimana cara kita untuk memahami bahwa agama adalah alat untuk pemersatu bangsa?

Jawaban: "dimulai dari diri kita sendiri, kalua kita teguh memegang ajaran agama kita dan menjalankan sesuai yang diajarkan, orang lain akan melihat contoh contoh baik itu dari diri kita"



Anggota yang hadir saat wawancara ini adalah: Feliks,Maggieany,dan Maximilianus dan Spesial Thanks untuk Natalia Tan sebagai camera-woman
Berikut adalah link untuk video wawancara kami dengan Pendeta:https://drive.google.com/open?id=1JqtmEf--K0cxAChC3Z9-q7ugSRAMOZdmhttps://drive.google.com/open?id=1wKeNQuUCqeArknId2wZbm6w4iAvX00Zy
Wawancara bersama Pdt. Silvie Karauwan

3. Wawancara bersama Hj. Ust Ismail
Ke-esokan harinya setelah selesai kuliah kami melanjutkan perjalanan ke  Puri Indah untuk melakukan wawancara yang sudah di jadwalkan bersama Hj. Ust Ismail di rumah nya. Berikut adalah isi dari waancara kami.

1. Menurut anda bagaimana keadaan kehidupan beragama di Indonesia?
Jawaban : "kira kira sudah baik semua ya,karena kita sudah bisa bertoleransi dengan banyak nya agama di Indonesia ini,dan yang terpenting adalah tidak saling mengganggu antar umat ber agama"

2. Menurut pandangan Agama anda,apa itu Toleransi Agama?
Jawaban : "perdamaian adalah ketika satu agama tidak menggangu agama lain, setiap agama memiliki peraturan dan ajaran sendiri, sebaai umat beragama kita boleh mengikuti ajran agama kita, tetapi jangan sampai menggangu umat beragama lainnya yang berbeda agama dengan kita."

3. Kita yakin dan percaya bahwa setiap agama pasti memiliki nilai nilai kebaikan serta mengajarkan hal yang baik pada penganut nya, Lalu yang menjadi pertanyaan besar adalah mengapa masih sering terjadi konflik antara umat ber-agama? Hal apakah yang menjadi pemicu konflik antar agama?

Jawaban : "konflik terjadi karena adanya godaan setan yang senaantiasa menjerumuskan kita ke dalam hal buruk dan perpecahan, tergantung dari diri kita sendiri, bagaimana menyikapinya agar kita tidak tergoda dengan godaan setan tersebut untuk melakukan hal yang buruk dan menghasilkan konflik dan perpecahan."



4. Sebagai umat beriman bagaimana cara kita menanggapi perbedaan agama yang ada di Indonesia? Bagaimana cara kita untuk memahami bahwa agama adalah alat untuk pemersatu bangsa?

Jawaban:  "dengan adanya perbedaan maka kita mengenal kasih sayang dan karena itu kita harus saling menghormati perbedaan satu sama lain. Dan dalam perbedaan itu kita diharapkan bisa menjadi pemersatu, bisa saling menghargai dan bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang lebih baik"


Anggota yang hadir saat wawancara ini adalah: Feliks,Maggieany,Kevin,dan Maximilianus (Maggieany sebagai camera woman)
Berikut adalah link untuk video wawancara kami dengan Ustad: https://drive.google.com/open?id=1z2r8btrMz3IhmcxHL0KRbKsyYAJJdiWH

Wawancara Bersama Hj.Ust Ismail

Wawancara bersama Hj. Ust Ismail

Perlu diketahui jawaban di atas sudah di persingkat karena ada beberapa jawaban yang panjang.
Dari kesimpulan yang kami dapat dalam wawancara dengan para tokoh agama adalah:
Sebenarnya semua agama di ciptakan untuk mengajarkan kebaikan dan cinta kasih,namun masih banyak para penganut yang kurang paham tentang ajaran agama nya sendiri dan para oknum yang kurang bertanggung jawab memanfaatkan orang orang yang kurang paham tersebut untuk kepentingan pribadi mereka seperti memcah bela kerukunan antar umat beragama. hal hal yang harus kita lakukan sebagai penganut agama dalam menjaga perdamaian dunia haruslah sesuai dengan ajaran agama kita yaitu menyebarkan cinta kasih kepada sesama umat manusia dan mahluk hidup lain nya serta menjaga toleransi antar umat ber agama. Salam Damai



Comments